Suka Duka Kuliah Sambil Bekerja

Setelah selesai dari aktivitas belajar di sekolah selama dua belas tahun terkadang menjadi dilema tersendiri bagi kita. Akan melanjutkan kemana setelahnya? langsung kuliah, kerja, atau bahkan melakukan dua hal tersebut sekaligus.

Banyak faktor yang menyebabkan kita kurang yakin dalam memilih jalan yang seperti apa, karena ini menyangkut masa depan kita. saya percaya dengan sebuah kalimat yang sering kita dengar “hari ini menentukan akan menjadi apa kita ke depan”. 

Berkaca pada pengalaman yang sering kita lihat, hal yang paling banyak menjadi pertimbangan kita saat kuliah adalah biaya. Namun, ada juga beberapa kasus biaya bukanlah masalah tapi keinginan untuk kuliah sendiri yang belum dimiliki. Memang tidak ada jaminan ketika kita menempuh pendidikan di perguruan tinggi hingga di universitas terbaik sekalipun lantas mendapatkan pekerjaan yang diinginkan nantinya. 

Dalam memilih pekerjaan tertentu ada beberapa alasan mendasar seperti penghasilan, lingkungan kerja, memiliki kemampuan tertentu yang dibutuhkan perusahaan, hingga memilih pekerjaan karena faktor keluarga sebagai contoh memilih bekerja di perusahaan orang tua sendiri. Apapun alasannya tetap harus memiliki persiapan karena segala sesuatu memiliki resiko yang pasti akan datang seperti atasan yang tidak menyenangkan, penghasilan yang kecil, sulit mengembangkan karir dan sebagainya.

Hal ini sebenarnya menuntut kita untuk meningkatkan kualitas diri agar lebih baik, oleh karena itu dibutuhkan pengetahuan dan skill yang bisa kita dapatkan melalui pendidikan ataupun melatih diri di dalam keahlian tertentu. 

Kembali ke topik utama kita,  kuliah atau bekerja terlebih dahulu?

Berikut penuturan beberapa teman saya yang sudah melalui fase ini dan mungkin pengalamannya akan memberikan motivasi baik itu untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, bekerja, atau bukan tidak mungkin anda ingin kuliah sambil bekerja. Dan untuk diketahui juga teman-teman saya berikut masih berasal dari satu Perguruan Tinggi dengan saya.

Evi Nuhayati, Public Relations Akindo 2016. Ia berasal dari Purbalingga dan mendapatkan beasiswa bidikmisi di Akindo. Menurut Evi untuk mendapatkan beasiswa memang terbilang rumit terutama di bidikmisi karena sangat selektif. Hal ini mungkin disebabkan beasiswa bidikmisi memberikan biaya kuliah penuh dengan tambahan uang saku, dan harus diberikan kepada orang yang memang membutuhkan.

 “Maunya sih kuliah sambil kerja biar ada tambahan sendiri. Selain itu kan kalau kita sudah kerja, jadi punya banyak link setelah lulus nanti, tapi jujur aku mau pekerjaan yang sesuai dengan apa yang aku cita-citakan, karena kalau memang suka tentu gak akan merasa terbebani dengan pekerjaan kita” kata Evi. 

Meskipun begitu Evi masih tetap fokus kuliah saat ini, dan mungkin akan bekerja sambil kuliah ketika mendapatkan pekerjaan yang tepat dan tidak mengganggu waktu kuliahnya.

Berbeda dengan Evi, Natalia Indra Wahyuni yang saat ini kuliah sambil bekerja di salah satu sekolah musik di Yogyakarta.

 “Awalnya kepepet, kan aku lulusan SMM (Sekolah Menengah Musik) yang menganggur satu tahun. Aku juga pernah kerja di Toko Komputer terus dapat tawaran kerja guru musik di Purwa Caraka. Yaudah aku coba aja dan mikir kalau diterima berarti gak sia-sia aku sekolah musik selama tiga tahun, dan gak nyangka waktu diterima kerja berbarengan waktu diterima kuliah. Karena guru memang cita-citaku yaudah aku nekat dan mutusin buat jalanin dulu kalau gak kuat ya aku tinggalkan” tutur Natalia.

Dapat dikatakan Natalia melakukan aktivitasnya seharian penuh, mulai dari kuliah di pagi hingga siang hari, setelah kuliah ia langsung menuju tempatnya bekerja dan pulang di sore hari, malam yang seharusnya menjadi waktu istirahat harus dilewatkan karena digunakan untuk mengerjakan tugas. Natalia juga aktif dikegiatan Gerejanya kamis-minggu.

Ia mengatakan awalnya memang berat setelah menjalani itu. Mau tidak mau harus harus bijak dalam mengatur waktu, adaptasi lingkungan kampus dan pekerjaan, membagi pikiran dan tenaga. 

Sementara yang namanya guru harus mempersiapkan materi apa yang akan diajarkan ke muridnya, dan ia tidak punya basic pendidikan jadi tidak mengerti sama sekali soal mengajar. Disitu aku bekerja dan belajar lagi dari nol karena memang tuntutan pekerjaan

“Tapi aku selalu menikmati apa yang aku kerjakan, ketika kuliah ya fokus kuliah begitu juga dalam pekerjaan. Kalau ditanya gimana aku bisa ngelakuin semuanya ini, Cuma satu yang aku tahu itu semua karena kekuatan dan anugerah Tuhan” tambah Natalia.

Dari cerita Evi dan Natalia, ada satu hal yang kita dapat dipetik yaitu ketika kita memutuskan sesuatu makanya lakukanlah dengan senang hati dan usahakan yang terbaik. 

Bagaimana dengan anda?

Apakah sudah memutuskan untuk fokus kuliah saja, bekerja atau melakukan dua hal tersebut sekaligus? Itu semua kembali ke pribadi masing-masing, yang pasti kejar dan usahakan apa yang anda ingin dapatkan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: